Fay's Egg
Semua Artikel

23 October 2026

Memperkenalkan Telur sebagai MPASI: Kapan dan Bagaimana yang Tepat?

Telur bisa menjadi menu MPASI bergizi untuk Si Kecil. Simak waktu yang tepat memulainya, langkah aman memperkenalkannya, serta cara mengenali potensi alergi.

Memperkenalkan Telur sebagai MPASI: Kapan dan Bagaimana yang Tepat?
Foto oleh Annika Wischnewsky di Unsplash

Memasuki usia enam bulan, Si Kecil mulai membutuhkan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk melengkapi nutrisinya, karena ASI saja umumnya sudah tidak mencukupi kebutuhan gizinya. Momen ini juga menjadi masa penting bagi Si Kecil untuk belajar makan. Di tengah beragam pilihan bahan makanan, telur kerap menjadi jawaban yang menarik: kaya protein berkualitas tinggi, padat nutrisi, mudah didapat, dan harganya terjangkau. Lalu, kapan dan bagaimana sebaiknya Anda memperkenalkan telur kepada Si Kecil? Berikut pembahasannya. [3][6][2][5]

Kapan Waktu yang Tepat Memulai MPASI?

MPASI dianjurkan diberikan pada usia yang tepat, yaitu ketika ASI saja tidak lagi mencukupi kebutuhan nutrisi bayi. IDAI dan WHO merekomendasikan MPASI diberikan selambat-lambatnya pada usia 6 bulan, dan tanda kesiapan makan Si Kecil perlu dinilai bersama dokter. Perlu diingat, MPASI yang terlalu dini berisiko menyebabkan infeksi saluran cerna, alergi, dan obesitas, sedangkan yang terlalu lambat dapat menyebabkan kekurangan asupan gizi hingga stunting. [3]

Meskipun MPASI sudah mulai diberikan, ASI atau susu formula tetap menjadi sumber nutrisi utama Si Kecil pada tahun pertama kehidupannya. MPASI berperan sebagai pendamping untuk melatihnya mengenal berbagai rasa dan tekstur makanan, sekaligus mendukung perkembangan motorik serta kemampuan makan secara mandiri. [6]

Mengapa Telur Baik untuk Si Kecil?

Sebutir telur menyimpan banyak zat gizi yang dibutuhkan pada masa tumbuh kembang. Selain menjadi sumber protein hewani yang baik, telur mengandung sejumlah mineral penting seperti seng, selenium, kalsium, dan zat besi, serta vitamin D, vitamin B12, vitamin E, kolin, dan folat. Kandungan proteinnya termasuk protein berkualitas tinggi, sehingga telur menjadi pilihan tepat untuk melengkapi nutrisi ASI pada usia 6 bulan ke atas. [1][2][5]

Langkah Aman Memperkenalkan Telur

Telur termasuk salah satu alergen yang paling umum, sehingga pemberiannya sebaiknya tidak sembarangan. Kuncinya adalah memperkenalkan secara bertahap sambil terus memperhatikan respons Si Kecil. [2][5]

Selain cara memasak, kebersihan juga perlu dijaga. Cuci tangan sebelum menyiapkan MPASI dan sebelum menyuapi Si Kecil, pisahkan talenan untuk bahan mentah dan matang, serta simpan MPASI di kulkas bersuhu kurang dari 5 derajat Celsius agar kontaminasi bakteri terhindarkan. [3]

Ide Penyajian Telur Sesuai Usia

Sesuaikan pula jumlah dan tekstur MPASI dengan tahapannya. Pada usia 6 bulan, MPASI diberikan sekitar 2-3 sendok makan sebanyak 2-3 kali sehari dengan tekstur bubur kental hingga lumat, lalu ditingkatkan secara bertahap seiring usia. Keterlambatan pengenalan tekstur pada usia 6-9 bulan berisiko menyebabkan masalah makan pada anak di kemudian hari. [3]

Mengenali dan Menangani Potensi Alergi

Kekhawatiran terhadap alergi memang wajar, karena telur termasuk alergen yang umum. Menurut American College of Allergy, Asthma, and Immunology, sekitar 2% anak di seluruh dunia memiliki alergi telur. Kabar baiknya, 7 dari 10 anak yang alergi telur biasanya tidak alergi lagi setelah semakin besar, terutama pada usia 16 tahun. [2]

Ada panduan yang menyarankan menunda makanan berisiko alergi seperti telur hingga usia 1-2 tahun. Namun, hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa menunda pemberian telur dapat membuat anak tidak alergi. Sejumlah dokter anak justru menyarankan sebaliknya: semakin cepat anak diperkenalkan dengan telur, semakin baik agar tubuhnya segera beradaptasi dengan proteinnya. Review ilmiah tahun 2024 di International Journal of Molecular Sciences juga menyimpulkan bahwa memperkenalkan telur matang sejak bayi mulai MPASI, sekitar usia 6 bulan, merupakan pendekatan yang aman bagi sebagian besar bayi dan dapat mendukung pembentukan toleransi terhadap alergen makanan apabila tidak ada kontraindikasi medis. [2][5]

Selama proses pengenalan, perhatikan reaksi Si Kecil setelah mengonsumsi telur. Bila Anda melihat reaksi alergi atau sensitivitas lainnya, segera hubungi dokter anak. Konsultasikan juga dengan dokter sebelum memulai, terutama bila Si Kecil memiliki kondisi kesehatan tertentu atau kenaikan berat badannya kurang baik, agar kesiapannya dapat dievaluasi terlebih dahulu. [1][6][3]

Dengan waktu yang tepat, langkah yang aman, dan pengawasan yang cermat, telur dapat menjadi menu MPASI yang bergizi, lezat, dan ekonomis untuk mendampingi tumbuh kembang Si Kecil. Selamat menemani Si Kecil menikmati petualangan rasa pada masa MPASI-nya! [2][3]

Telur omega untuk keluarga Anda

Fay's Egg menyediakan telur omega dari peternakan mitra lokal yang diberi pakan herbal & alami dan Bebas Salmonella. Kami mengantar ke Bekasi dan Jakarta, dengan Gratis Ongkir untuk jarak di bawah 10 km. Pesan telur omega sekarang.

Sumber

  1. Telur sebagai MPASI, Ini Segudang Manfaatnya untuk Si Kecil (halodoc.com)
  2. Ragam Manfaat MPASI Telur dan Resepnya untuk si Kecil (hellosehat.com)
  3. Informasi Penting tentang Pemberian MPASI pada Bayi - Alodokter (alodokter.com)
  4. Telur, Si Makanan Super Bernutrisi yang Baik untuk MPASI Bayi (haibunda.com)
  5. Telur menjadi salah satu sumber protein yang tinggi untuk bayi. Menyajikan telur dalam resep MPASI untuk bayi 6 bulan cukup mudah dan memiliki banyak pilihan penyajian. (temanbumilparenting.com)
  6. MPASI: Persiapan Penting untuk Nutrisi Optimal Si Kecil - EMC Healthcare - SAME (emc.id)